AKM dan Survei karakter

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah kompetensi yang benar-benar minimum di mana kita bisa memetakan sekolah-sekolah dan daerah-daerah berdasarkan kompetensi minimum. Ini kompetensi minimum kompetensi dasar yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar apa pun materinya. Ini adalah kompetensi minimum yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar apa pun mata pelajarannya.
AKM dan survei karakter, terdiri dari soal-soal yang mengukur kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. Bentuk soal AKM akan diperkenalkan kepada siswa yang mengikuti simulasi UN tahun ini, sehingga ada kemungkinan pula bentuk-bentuk soal tersebut juga akan keluar saat UN utama nantinya. Sedangkan bagi guru juga akan diperkenalkan bentuk soal AKM sebagai gambaran bagaimana mengelola proses pembelajaran kedepannya dan bagaimana melakukan penilaian dengan bentuk soal AKM.
Bentuk soal AKM yang diperkenalkan kepada guru, tidak terbatas hanya untuk guru mata pelajaran yang di UN-kan saat ini, akan tetapi untuk semua guru mata pelajaran. Artinya bentuk soal AKM merupakan bentuk soal lintas kompetensi, lintas bidang dan/atau lintas mata pelajaran. Tidak lagi membedakan mata pelajaran secara signifikan akan tetapi melihat sebuah kompetensi sebagai gambaran utuh dari puzzle berbagai mata pelajaran. Mata pelajaran yang ada akan menjadi “tools” untuk membentuk kompetensi tersebut.
AKM ada dua yaitu literasi (baca-tulis) dan numerasi. “Literasi’ bukan sekadar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan ‘numerasi’ adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Dia menekankan ‘literasi’ dan ‘numerasi’ bukan tentang mata pelajaran bahasa atau matematika, melainkan kemampuan murid-murid menggunakan konsep itu untuk menganalisis sebuah materi. Bukan berdasarkan mata pelajaran lagi. Bukan berdasarkan penguasaan konten materi.
AKM merupakan sistem pembelajaran yang baru, maka dari itu para guru perlu adanya pengenalan tentang apa dan bagaimana AKM itu. Pada hari rabu 26 Februari 2020 setelah latihan UNBK guru SMA N egeri 1 Slogohimo mengadakan latihan bersama tentang pengenalan AKM.

KIR 2020

Kelompok Ilmiah Remaja (K I R) adalah kelompok remaja yang melakukan serangkaian kegiatan yang menghasilkan suatu hasil yang disebut karya ilmiah. Karya ilmiah itu sendiri mempunyai arti sebagai suatu karya yang dihasilkan melalui cara berpikir yang menurut kaidah penalaran yang logis, sistematis, rasional dan ada koherensi antar bagian-bagiannya. Sebagai suatu kegiatan ekstrakurikuler di tingkatan SLTP, SMU, SMK , Madrasah bahkan Pondok Pesantren, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) ini merupakan suatu organisasi yang sifatnya terbuka bagi para remaja yang ingin mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini maupun masa mendatang.
Secara umum, Kelompok Ilmiah Remaja di SMA Negeri 1 Slogohimo memiliki tujuan untuk meningkkatkan kreatifitas, pengalaman dan disiplin serta daya juang siswa dalam menguasai dan mengimbangi perkembangan IPTEK untuk dapat bersaing pada era globalisasi.
Pada tahun 2020 ini KIR SMA N 1 Slogohimo turut mensukseskan Program Adiwiyata Nasional, maka dari itu di adakan kunjungan Ke B2P2TOOT yang beralamatkan di Jl. Raya Lawu No 11, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Di sana anak- anak di ajak berkeliling melihat berbagai tanaman obat. Kunjungan ini diharapkan dapat menambah ilmu tentang tanaman dan bagaimana cara mengolahnya agar lebih bermanfaat.